(Mathematics goes to Movies) Film yang Wajib ditonton oleh Para Matematikawan

Para matematikawan tentunya tidak selalu berkutat dengan hal-hal yang serba matematis, rumit, dan terkadang membingungkan. Para matematikawan juga manusia (mirip lirik lagunya serious band, hehehe) yang butuh dengan hiburan. Nah, salah satu hiburan yang mungkin banyak dilakukan adalah menonton film.

Dari sekian banyak film yang ada di dunia ini, ternyata ada beberapa diantaranya yang ‘mengandung’ unsur matematika. Ada yang alur ceritanya mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang matematikawan yang terkenal, ada tentang anak jenius yang begitu hebat dalam bidang matematika atau cerita yang ada scene nya tentang matematika.

Berdasarkan daftar film-film yang telah saya tonton, informasi dari teman-teman dan hasil bertanya ke Om Google, maka saya mencoba membuat daftar judul film-film yang layak atau wajib ditonton oleh para matematikawan dan orang yang berkutat dengan bidang ini. Penasaran, apa aja film-film tersebut, berikut daftarnya:

1. A Beautiful Mind (2001)

Film ini berkisah tentang perjalanan hidup seorang matematikawan Amerika bernama John Nash tentang penemuan spektakulernya dibidang matematika dan juga penyakit yang dideritanya. Nash diceritakan sebagai mahasiswa pascasarjana di Universitas Princeton pada tahun 1948 dan hampir gagal menyelesaikan studinya. Dia berusaha keras menemukan sesuatu yang unik, sebuah teorema matematika yang betul-betul baru. John kemudian menjadi professor di MIT (Massachusetts Institute of Technology) dimana dia kemudian bertemu dan menikah dengan mahasiswanya sendiri, Alicia. Selama perjalanan hidupnya, John Nash kemudian mulai berhalusinasi dengan teman bayangannya dan akhinya terdiagnosa menderita penyakit schizophrenia. Seiring dengan hilangnya kesadaran Nash tentang dunia nyata, ia kemudian diacuhkan dari masyarakat dan kemudian dirawat di rumah sakit. Kemudian ada tahun 1970an, dia kemudian kembali di dunia akademik dan secara perlahan kembali mengajar dan meneliti. Pada tahun 1994, John Nash kemudian menerima Nobel di bidang Ekonomi.

2. Suspect X (2008)

Film ini bercerita tentang matematikawan Tetsuya Ishigami dan fisikawan Manabu Yukawa. Dikisahkan bahwa sebuah kasus pembunuhan telah terjadi dan polisi tidak mampu menemukan kajanggalan dalam alibi tersangka, ibu Yasuko Hanaoka. Detektif Kaoru Utsumi, kemudian meminta bantuan professor Manabu Yukawa,  yang pada awalnya menganggap bahwa kasus tersebut tidak ada hubungannya dengan fisika dan kemudian menolaknya. Setelah bertemu kembali dengan teman lamanya yang pintar bernama Tetsuya Ishigami, dia kemudian tertarik dengan kasus pembunuhan tersebut dan menduga bahwa Ishigami jatuh cinta dengan Ibu Yasuko Hanaoka dan terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut. Ia kemudian berhasil membongkar alibi tersangka Yasuko Hanaoka yang dirancang oleh Tetsuya Ishigami sebagai bentuk cintanya kepada Yasuko Hanaoka.

3. Breaking The Code (1996)

Drama tv ini bercerita tentang biografi dari matematikawan Inggris bernama Alan Turing, yang merupakan salah satu penemu komputer digital dan salah satu tokoh yang berhasil memecahkan kode Enigma yaitu kode yang digunakan oleh orang jerman untuk mengirim pesan rahasia pada perang dunia ke II. Turing diceritakan juga sebagai seorang homoseksual di Inggris pada saat dimana hal ini dilegalkan.

4. Fermat’s Last Tango (2001)

Film Fermat’s Last Tango terinspirasi oleh prestasi salah seorang matematikawan di Universitas Princeton, Professor Andrew Willes, yang pada juni 1993 menujukkan pembuktian sebuah teorema yang pertama kali diperkenalkan oleh matematikawan Prancis, Pierre de Fermat, pada tahun 1637. “Fermat’s Last Tango” adalah sebuah film yang dibuat berdasarkan kisah nyata antara matematikawan Andrew Willes dan Fermat Last Theorem. Film ini memberikan penjelasan tentang peranan matematika dan dampak intelektualnya sepanjang masa.

5. Good Will Hunting (1997)

Film ini mengisahkan tentang perilaku dan perjalanan hidup seorang anak muda yang berjuang menemukan jati dirinya. Film yang mengambil setting di Boston, Massachusetts ini  menceritakan tentang kisah hidup Will Hunting yang bekerja sebagai janitor (orang yang bertugas sebagai tukang bersih-bersih di sebuah gedung)  di Massachusetts Institute of Technology (MIT), namun mempunyai pengetahuan yang luar biasa dibidang matematika. Bahkan ia diceritakan lebih hebat dari pada semua mahasiswa matematika di universitas tersebut.

6. It’s My Turn (1980)

Film yang dirilis pada tahun 1980 ini bercerita tentang kisah seorang matematikawan perempuan bernama professor Kate Gunzinger. Dia diceritakan jatuh cinta dengan seorang mantan pemain baseball, Ben Lewin, yang kemudian harus memilih antara Lewin dan pacarnya saat ini, Homer. Salah satu scene tentang matematika dalam film ini adalah pembuktian Gunzinger tentang “Snake Lemma” yang tampilkan pada awal cerita.

7. The Oxford Murders (2008)

Film the oxford murders adalah sebuah film yang diadaptasi dari novel yang berjudul sama. Film ini mengisahkan tentang usaha seorang professor dan mahasiswanya di Oxford secara bersama-sama untuk menghentikan serangkaian pembunuhan yang terjadi dan mengindikasikan simbol-simbol matematika. Pada film ini, terjadi beberapa perdebatan tentang konsep-konsep matematika, fisika dan filsafat seperti Wittgenstein’s rule-following paradox, Heisenberg’s Principle of Uncertainty, Gödel’s Theorem, circles, the Vesica Piscis, the Taniyama conjecture, the tetraktys and the Pythagoreans.

8. 21 (2008)

Film 21 adalah sebuah film yang bergenre drama. Film ini diadaptasi dari kisah nyata tim Blackjakc MIT. Secara garis besar, film ini mengisahkan tentang Ben Campbell, seorang mahasiswa matematika MIT, yang lulus di sekolah medikal Harvard namun tidak mampu membayar uang kuliahnya. Ben pun kemudian mengikuti seleksi beasiswa bergensi Robinson Scholarship, yang akan membayar semua biaya kuliahnya di Harvard. Direktur beasiswa tersebut mempersyaratkan bahwa penerima beasiswa tersebut adalah orang yang mampu membuatnya takjub. Di MIT, Ben ditantang oleh professornya Micky Rosa, dengan Monty Hall Problem yang diselesaikannya dengan benar. Micky kemudian memanggil Ben masuk ke dalam tim Balckjack yang dipimpinnya untuk bertanding dan berjudi di Las Vegas. Diakhir cerita, ditampilkan bahwa akhirnya Ben Campbell berhasil membuat direktur beasiswa tersebut takjub dan ia pun memperoleh beasiswa tersebut.

9. Proof (2005)

Film bergenre drama ini menceritakan tentang Catherine yang merawat bapaknya, seorang matematikawan yang birilian, Robert, yang terdiagnosa menderita penyakit schizophrenia. Ketika Robert meninggal, salah seorang mantan mahasiswanya, Harold ingin mempelajari catatanya berharap menemukan sesuatu. Catherine kemudian mencurigainya untuk mengambil ide dari bapaknya untuk dirinya sendiri. Namun kemudian saudaranya, Claire, meyakinkannya bahwa dugaan Catherine salah. Harold pun memulai hubungan baik dengan Catherine dan berhasil menemukan buku catatan berisi pembuktian dari sebuah teorema yang penting.  Catherine kemudian mengklaim bahwa itu adalah hasil kerjanya, namun tulisan tersebut menunjukkan bahwa itu adalah tulisan bapaknya. Salah satu komentar untuk film ini datang dari seorang matematikawan Daniel Ullman yang mengatakan bahwa “Of these three films (Good Will Hunting – 1997,  A Beautiful Mind – 2001 and Proof  – 2005), Proof is the one that most realistically illustrates the world of mathematics and mathematicians”.

10. Pi (1998)

Film Pi bercerita tentang Max, seorang matematikawan jenius yang mempercayai bahwa segala sesuatu di dunia ini dapat dipahami dengan bilangan. Dia berusaha menemukan bilangan yang mampu membuka tentang pola-pola universal di alam ini. Max kemudian memulai dengan membuat sekumpulan prediksi berdasarkan perhitungan di komputernya, Euclid. Film Pi menampilkan beberapa referensi matematika dan teori-teori matematika, misalnya Max menemukan bahwa golden spiral ada dimana-mana termasuk di bursa efek.

Menonton film-film ini memberiku inspirasi bahwa dalam mencapai sesuatu diperlukan usaha yang keras dan tidak mudah menyerah dengan halangan atau rintangan apapun. Para matematikawan terkenal seperti John Nash telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya dengan mencari ‘sesuatu yang baru’ tentang matematika. Pengorbanan yang ia lakukan terbayar dengan prestasi dan penghargaan yang ia peroleh. Namanya telah tercatat di dunia matematika sebagai salah seorang “Inventor” dan dikenal oleh hampir semua matematikawan dunia sepanjang masa. Sungguh sebuah prestasi yang sangat prestisius. Kapan ya ada matematikawan dari Indonesia bisa seperti dia dan cerita hidupnya dikisahkan dalam sebuah film. Semoga suatu saat nanti ada, dan semoga salah satunya itu aku……

amin….

Selamat menonton….!!

Mathematics, the most wonderful science in the world….

References:

http://www.math.harvard.edu/~knill/mathmovies/

http://www.imdb.com/

http://www.qedcat.com/moviemath/index.html

http://www.wikipedia.org/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s